MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL

MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL DALAM  AYAT 17-20 AL-BAQARAH
إثبات الألوهية ورسالة النّبي صلّى الله عليه وسلم

سورة البقرة (1) : الآيات 17 الى 20]

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ ناراً فَلَمَّا أَضاءَتْ ما حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُماتٍ لا يُبْصِرُونَ (17) صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لا يَرْجِعُونَ (18) أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّماءِ فِيهِ ظُلُماتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصابِعَهُمْ فِي آذانِهِمْ مِنَ الصَّواعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ (19) يَكادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصارَهُمْ كُلَّما أَضاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قامُوا وَلَوْ شاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20)

Terjemah ayatnya:

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat(17). Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),(18). atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir (19). Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu (20).
«1» «2» «3» «4» «5» [البقرة: 2/ 17- 20] .

أوضح القرآن الكريم الفرق بين عبادة المؤمنين وعبادة المشركين، أما المشركون الذين يتخذون مع الله إلها آخر من الأصنام والأوثان، فيعبدون ما لا يضرّ ولا ينفع، ولا يغني من الحق شيئا، ويتركون عبادة الله الرّب الذي خلقهم، وخلق آباءهم من قبل، وأوجد هذا الكون سماءه وأرضه، برّه وبحره، فهل يليق بهم أن يتخذوا أندادا أو أمثالا لله عزّ وجلّ، مع أنه خلقهم وأمدّهم بنعم لا تعدّ ولا تحصى؟! أما المؤمنون فيتميزون بالعقل والبصيرة، والوفاء وعرفان الحق والجميل، ففي عبادتهم لله وحده تتحقق عبوديتهم المطلوبة لله، ومحبّتهم إياه، وتقواهم واستقامتهم على النّهج الصحيح، وشكرهم لربّهم الذي جعل لهم الأرض ممهدة للإقامة عليها

مع أنها تتحرك وتدور، وجعل السماء كالقبة تظلّهم بالخير والبركة، وهي بناء محكم مع ما فيها من ملايين النجوم والكواكب، وعوالم الأفلاك والأجرام السماوية، لا يسقط منها شيء، ولا يختلّ لها نظام، وأنزل الله لخير العباد في صحتهم وزراعتهم ماء مباركا طيّبا ينبت به لهم الكلأ والزرع والشجر، ويغسل الجو من الغبار والجراثيم، فإله خالق هذا شأنه، ومنعم متفضل هذا ديدنه، هو المستحق للعبادة والخضوع والانقياد له لأنه مصدر الخلق والتكوين والرزق

Didalam tafsir al wasit ,dijelaskan bahwa:
Ayat tersebut sebagai penjelas perbedaan antara ibadah kaum mukminin dan kaum musrikin, adapun kaum musrik yang menyekutukan Allah denga tuhan mereka yang lain daripada berhala hala asnam dan awsan, penyembahan mereka terhadap sesuatu yang tak memberi manfaat dan memberi mudhorat, tak pula dekat akan kebenaran,sedangkan mereka meninggalkan dari menyembah Allah  yang menciptakan mereka , menciptakan  nenek moyang mereka dahulu, menjadikan alam jagat ini langitnya, buminya,daratannya, lautannya, maka apa pantas bagi mereka menjadikan Allah tandingan dan bandingan ?padahal Allah telah menciptakan mereka  membentangkan nikmatnya tak terbilang .
Adapun kaum mukmin dicirikan dengan  berakal,pandai, amanah, dan mengerti akan kebenaran dan kebaikan. Didalam ibadah mereka  semata mata hanya untuk Allah melaksanakan ibadah yang diperintah   karena Allah ,kecintaan mereka hanyalah pada Allah Ta’ala, Takwa dan istiqomah mereka diatas jalan yang lurus, dan syukur mereka kepada Tuhan mereka yang telah menjadikan  untuk mereka tanah yang datar (bumi) sebagai tempat untuk tinggal sedangkan  tanah itu sendiri bergerak  dan berputar, yang menjadikan langit bagai kubah menaungi mereka disertai kebaikan dan berkah, itulah bangunan nan kokoh beserta jutaan bintang bitang,planet planet,orbit orbit dan benda benda langit yang tak jatuh satupun diantara mereka, tak terganggu keteraturan karena semua benda tersebut, dan Allah telah turunkan bagi sebaik baik para hamba  didalam kesehatan dan  perkebunan mereka air yang berkah yang tumbu denganya  rumput ,tumbuhan,pohon, membersihkan udara dari debu dan bakteri,maka  Tuhanlah penciptan akan apa yang ia kehendaki , yang memberikan anugranya berupa agama islam ini,ialah yang berhak disembah,berhak untuk merendah padanya, taat padanya karena ia lah asal segala makhluk, segala alam, dan juga segala rizki.”
 (Tafsir Al-Wasit Karya Wahbah Az-Zuhaili, Hlm 16-17/1)
Penerjemah: Jamal Remiharja


Comments

Popular posts from this blog