Media Dapat Mendoktrin Anak
Media adalah alat yang efektif untuk
mengamati perkembangan dunia di masa yang dewasa ini. Maka tak bisa di pungkiri
lagi bahwa peranan media disni sangatlah
central sebab dengan adannya media ketida dapat mengetahu berita/informasi dari
Negara lain hanya sekejap klik google saja atau hanya tinggal diam nonton tv di rumah dengan sambil meniktmati cemilan ringan mungkin.
Semua orang dimana pun dan kapan pun
dapat mengakses media/informasi dengan begitu mudahnya. Proses transaksi pun
menjadi sangatlah mudah dengan adanya media sosial namun di balik itu terdapat
berbagai dampak-dampak buruk dari perkembangan media iini sendiri. Sebab ada
pepatah mengatakan sebagus apapun rasa sebuah masakan pasti jikalau di konsumsi
terlalu banyak maka akan mengakibatkan sebuah penyakit begitu pula media
jikalau kita menggunakan dengan over tanpa memperhatikan rambu-rambu nya maka anda akan berakhir game over.
Tetapi tidak bisa di pungkiri bahwa media
begitu besar manfaatnya dilain sisi mempunyai
mudhorat juga. Dengan media
memang begitu mudah kita mengetahu sebuah berita atau informasi namun dengan
media pula kita bisa gampang terprovokasi itulah salah satu contoh bahwa
faktanya media pun memiliki sebuah celah kekhilafan (mudhodarat:V).
maka sebaiknya kita selektif dalam memilah
milih tontonan dan tak gampang mempercayai berita apa lagi berita yang berbau provokatif.
Terutama tontonan untuk sang bua hati karena masa-masa pertumbuhan ini yang
mengakibatkan kita harus berhati-hati dalam memberikan asupan gizi maupun
asupan fikiranya. anak sangatlah mudah
atau lebih tepatnya polos sehingga
begitu cepatnya ia dapat menyerap pola-pola perilaku dan
perkataan-perkataan yang ia dengar dan
lihat.
Jadi apa hubunganya media dengan hal ini,
pasti ada hubunganya sodaraku,sebab medialah yang meliki persentase lebih besar
untuk mempengaruhi pola fikir anak. Contohnya sangatlah banyak, apa yang biasanya anak lakukan
stelah menontonperkelahian? Biasanya ia akan bersikap seperti seorang jagoan tending
sana tending sini, apa yang si anak lakukan ketika si anak mendengar
perkataan-perkataan dan perilaku kasar dari sebuah drama atau film? Mungkin ia
akan sering mengucapkan kata-kata dan perilaku yang kasar.
Ini bukanlah sebua hipotesis tapi sebuah
fakta yang terjadi di masyarakat yang
luput atau mungkin para orang tua tak ada keinginan untuk mengantisipasi akan
hal ini. Padahal hal ini harus di antisipasi sejak dini agar perkembangan anak
tidak terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran yang dapat merusak masa depan
anak itu sendiri.
Kenapa sejak dini? Karena di masa yang
dini inilah anak berada pada masa-masa pembentukan karakter dan masih mudah
untuk di pengaruhi oleh karena itu sejak dinilah kita harus ajarkan kepada anak
budi pekerti yang luhur yaitu budi pekerti berasaskan keislaman,sejak dinilah
kita harus mengajarkan kepada anak untuk mencinta Rasul dan ajaranya agar kelak
ketika ia dewasa bisa menjadi anak yang berbakti kepada keluar,islam dan
bangsanya.
Dan selalulah awasi anak dengan
sebaik-baiknya dan didiklah ia dengan akhlak yang baik bukan dengan kekerasa dan
jangan lupa selalu selektif untuk memilih tontonan untuk anak,awasi ia ketika
ia sedang nonton atau bermain game tak lupa pula kita jangan berikan anak
keluasan untuk menggunakan sosmed karena di dalam sosmed kita sulit untuk
mengawasi anak apa lagi di dalam sosmed ia dapat berteman dengan siapapun dan
membaca kata-kata yang bisa jadi mengandung kata-kata yang tidak baik untuk
anak membacanya. Ingatlah wahai sodaraku, jagalah dan didiklah ia denga baik dan penuh kasih sebab ia adalah masa
depanmu,sebab ia adalah amal yang tak akan henti memberimu pahala walau engkau
sudah tiada di dunia ini!
Comments
Post a Comment