Refleksi,Awal Berdirinya Kesultanan
Buton
Buton,itulah nama pulau
yang terkenal dengan benteng wolionya yang mana di catat sebagai benteng
terpanjang di dunia, masuk Guiness of Record tahun 2006 dan rekor MURI sebagai
benteng terluas di dunia. Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan
tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (tebal) 2 meter.
Di pulai inilah tersimpan sejarah besar dimana arum
palaka dan pengikutnya sebanyak 400 orang kurang lebihnya bersembunyi di sebuah
terowongan rahasia di bawah Masjid Agung Keraton Buton ketika di kejar-kejar oleh pasukan karaeng
sultan hasanuddin.
Di pulau ini pula terdapat banyak budaya dan banyak
bahasa daerah berkisaran 30 bahasa dan ratusan dialek yang berbeda ada pun bahasa resmi yang
di gunakan di dalam kesultanan keraton adalah bahasa wolio.
Sebelum menjadi buton menjadi kesultanan dulunya
buton adalah kerajaan namun silih berganti banyak raja-raja yang masuk islam di
awali oleh islamnya Raja Mulae Sangia igola yang di islamkan oleh sayid
jamaluddin al-kubra pada tahun 815H/1412 M. Setelah lebih kuran
seratus tahu kemudian di lanjutkan oleh Syeikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman
al-Fathani dari johor yang berhasil mengislamkana Raja Buton yang ke-6 sekitar
tahun 948 H/ 1538 M.
Selain pendapat yang menyebut bahwa Islam datang di
Buton berasal dari Johor, ada pula pendapat yang menyebut bahwa Islam datang di
Buton berasal dari Ternate. Dipercayai orang-orang Melayu dari berbagai daerah
telah lama sampai di Pulau Buton. Mengenainya dapat dibuktikan bahwa walaupun
Bahasa yang digunakan dalam Kerajaan Buton ialah bahasa Wolio, namun dalam masa
yang sama digunakan Bahasa Melayu, terutama bahasa Melayu yang dipakai di
Malaka, Johor dan Patani. Orang-orang Melayu tinggal di Pulau Buton, sebaliknya
orang-orang Buton pula termasuk kaum yang pandai belayar seperti orang Bugis
juga.
Orang-orang Buton sejak lama merantau ke seluruh
pelosok dunia Melayu dengan menggunakan perahu berukuran kecil yang hanya dapat
menampung lima orang, hingga perahu besar yang dapat memuat barang sekitar 150
ton.
Kerajaan Buton secara
resminya menjadi sebuah kerajaan Islam pada masa pemerintahan Raja Buton ke-6,
iaitu Timbang Timbangan atau Lakilaponto atau Halu Oleo. Bagindalah yang
diislamkan oleh Syeikh Abdul Wahid bin Syarif Sulaiman al-Fathani yang datang
dari Johor.
Kesultanan keraton
buton menegakkan system syari’at islam pada tahun 1538 Miladiyah itu
menurut Maia Papara Putra di dalam
bukunya yang berjudul Membangun dan Menghidupkan Kembali Falsafah Islam Hakiki
Dalam Lembaga Kitabullah.
Sebenarnya banyak hal
yang perlu di bahas tentang kesultanan buton namun karena keterbatasan
pengetahuan saya dan informasi yang bisa saya jadikan refensi sangatlah
terbatas maka saya hanya bisa mengatarkanmu sampai disini saja.
Intinya janganlah kita
melupakan nilai-nilai sejarah islam yang besar dari tempo doeloe di saat islam
begitu jaya di bumi nusantara ^_^. Dengan cara merefleksikan inilah kita dapat
kembali membakar bara semangat di nadi kita untuk mengembalikan kembali masa
kejayaan islam di tempo doeloe.
Mulailah dari hal yang
kecil wahai sodaraku yaitu dirimu sendiri ^_^
Salam seiman
Salam dari la himbi ^_^
Al-ikhwan
Comments
Post a Comment