MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL

MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL DALAM   AYAT 17-20 AL-BAQARAH إثبات الألوهية ورسالة النّبي صلّى الله عليه وسلم سورة البقرة (1) : الآيات 17 الى 20 ] مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ ناراً فَلَمَّا أَضاءَتْ ما حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُماتٍ لا يُبْصِرُونَ (17) صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لا يَرْجِعُونَ (18) أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّماءِ فِيهِ ظُلُماتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصابِعَهُمْ فِي آذانِهِمْ مِنَ الصَّواعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ (19) يَكادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصارَهُمْ كُلَّما أَضاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قامُوا وَلَوْ شاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20 ) Terjemah ayatnya: Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat(17). Merek...

Siapa Yang Lebih Aswaja



Siapa Yang Lebih Aswaja?
Siapa Yang Lebih Aswaja

Siapakah yang lebih aswaja?kalau kita lihat dari konteks pertanyaannya akan menimbulkan sebuah  persepsi yang berbeda apa lagi kalau orang yang di tanya adalah seorang yang fanatik  ia mungkin akan mengklaim dirinya yang paling benar padahal ini adalah asumsiyang gegabahi.
permasalahan ini sangatlah sensitif dan perlu merujuk dari kitab-kitab alim ulama yang berdasar pada hujjah-hujjah yang shohih tidak asal-asalan.jika kita mengklaim diri kita yang paling benar,kelompok kita yang paling aswaja sedangkan yang lainnya adalah neraka maka kita tak ada bedanya diri kita dengan golongan khawarij yang memisahkan diri dari mayoritas kaum muslimin dan menganggap kelompok mereka yang paling dekat  dengan Allah Swt.
Sejak kapan ulama mengajarkan hal seperti ini?ulama aswaja tidak seperti ini,ulama aswaja sangatlah berat lisannya untuk mengatakan atau memvonis si fulan sesat atau kelompok si fulan telah melenceng dari pada jalan islam itu sendiri karena memvonis seseorang tidaklah segampang yang di kira orang-orang yang sukanya memvonis kelompok lain,ingatlah sodaraku lisanmu adalah tanggung jawabmu maka berhati-hatilah dalam menggunakannya.
Perlu ilmu yang mumpuni dan proses yang sangatlah rumit bagi kita khususnya saya orang yang awam akan hal ini. Sebab ini adalah tugasnya para ulama bukan tugas kita yang awam perkara seperti ini. Kitab kuning tanpa haraka dan syakal tak bisa kit abaca tapi begitu ringan lidah kita untuk memvonis orang lain sebagai orang yang sesat hanya karena telah membaca satu hadits,hanya karena telah mengaji sekali tentang bab bid’ah,hanya karena ia berbeda faham dengan kita.
apakah ini sebuah perilaku yang perlu kita puji atau perilaku yang perlu kita cela sodaraku?sadarilah wahai sodaraku, para ulama pun kadang berbeda pendapat dalam menyikapi sebuah masalah namun mereka tidak saling mengklaim saya yang benar sedangkan yang lain salah. Padahal menjadi ulama itu tidaklah mudah wahai sodaraku butuh ketelatenan dan keistiqomahan yang begitu lama mempelajari fiqih,ushul fiqih,hadits dan ilmu hadist,ilmu tafsir al-Qur’an.
Proses yang mereka lewati tidaklah cepat wahai sodaraku. mereka orang-orang alim itu belajar dari kitab yang kecil sampai ke kitab yang besar butuh proses bertahun-tahun.maka hak kita apa untuk memvonis orang lain sesat sedangkan kita tak ada apa apanya di bandingkan dengan mereka para alim ulama. Masalah memvonis  kafir/sesat adalah hak para alim ulama untuk membahas dan mengeluarkan fatwannya bukankah kita ada MUI.

Wahai sodaraku, jadi tahukah engkau siapa yang paling aswaja? Jika engkau orang yang awam sepertiku maka bertanyalah kepada para alim ulama yang hak yang berat lisannya untuk memvonis suatu kaum sebelum mengidentifikasinya terlebih dahulu. Karena sadarilah wahai sodaraku bahwa kita orang awam yang butuh dengan alim ulama.
Salam seiman
Selamat berproses menjadi  muslim yang beriman dan bertakwa
Salam dariku abu al-ikhwal!

Semoga lisan kita selalu tak lalai dari dzikir kepada Rabb
Semoga langkah kita selalu berada kepada langkah yang di Ridhoi oleh NYA
Semoga di hati kita selalu ada imanhttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7710438875450175377#overviewstats hingga akhir haya kita walau hanya sebutir debu!
AAMIIN! ^_^

Comments

Popular posts from this blog