Menurut buya hamka, tiap manusia
itu tidak sama sejak ia dilahirkan masing masing mereka memiliki jalan
kehidupannya sendiri-sendiri. Walaupun awalnya berasal dari rahim yang sama
namun masa depan tetaplah kan berbeda, bisalah jadi anak pertama kan jadi
penulis, anak kedua kan jadi pedagang dan anak ketiga kan jadi petani, siapa
yang bisa menebaknya? Itulah salah satu
dari rahasia-rahasia yang tak tersingkap oleh mata telanjang. Kutipan perkataan
beliau sebagai mana berikut:
“Tidaklah akan didapati dua
manusia yang sama jalan kehidupannya dan tidak pula sama kekuatan badan dan
akalnya”
(Falsafah Hidup ,hlm 1)
Bila memang
demikian, maka sudahlah wajar bila kita dapati seorang yang kembar namun
akalnya terlihat berbeda , yang awal pandai berbicara sedangkan yang kedua
pandai matematika misalnya. Terkadang pula kita dapati keanehan yang lebih
parah lagi, dimana anak pertama Nampak kurang berakal dari pada anak kedua ,
padahal itu hanyalah nampak dugaan kita semata asalnya anak pertama punya akal
namun kecondongannya dalam hal yang lainnya.
Dalam membahas awal mula
kehidupan seorang insan, buya tak lupa memaparkan bagaimana kerja otak yang
mana merupakan alat akal dalam berarti
beliau tak hanya pandai berfilsafat dalam hidup namun juga pandai mengolah kata
dalam ilmu biologi. Penjelasa beliau tersebut sangatlah sederhana mudah untuk
dicerna bagi kalangan umum. Seperti ini kutipannya
”Di dalam otak itu terdapat
tidak kurang 180.000 juta sel halus yang tidak dapat dilihat satu persatu kalau
tidak dngan mikroskop. Tiap-tiapnya terbagi kepada beberapa tumpukan
berhubungan dengan tumpukan yang lain, dia mempunyai pusat pertemuan yang tak
ubah dengan alat pendengar meneriam suara yang ada di dalam telepon. Ada satu
bagian yang menerima hubungan dari
telingan , mata dan hidung, kaki , tangan dan lain-lain. Sedangn yang jadi
pusatnya ialah benak (otak) itu’
(Falsafah Hidup,hlm1)
Mencoba buya menjelaskan semudah
mungkin sampai sampai ia menggunakan perumpamaan alat pendengar pada telepon sebagai penjelas bahwa tidaklah sesederhana
itu otak manusia. Para kedokteran berpendapat bahwa susunan otak manusia itu
sangatlah rapi dan kokoh, cara kerjanya pun sulit untuk dilakukan penelitian
lebih dalam, pungkas buya.
Organ otak ini teramat penting
bagi kita, bila otak bermasalah maka bisa berakibat fatal ke jaringan-jaringan
yang lain ke organ-organ yang lain karena pusat control akal adalah berada pada
otak manusia. Salah satu kisah yang diceritakan oleh buya perihal pentingnya otak
itu untuk dijaga , seperti ini kutipannya,
”Di dalam keluarga kami ada
terdapat seorang anak muda yang berasal dari turunan orang yang enver otak dan
mempunyai budi pekerti baik, tetapi apabila mempelajari ilmu-ilmu yang
berkehendak kepada berpikir tidak didapatnya angka yang bagus, ilmu hitung
memusingkan kepalanya , ilmu yang mesti dihafal menyebabkan dia sakit. Ternyataa
ketika berumur 4 tahun, dia ernah terjatuh dan tempurung kepalannya terbentur
dan sampai dewasa bekas benturan itu masih kelihatan. Dia mengerti segala
perkara bila ditunjukkan, tetapi sukar memikirkan.”
(Falsafah
Hidup,hlm2)
Otak
bukanlah barang yang murah ramai dijual dipasar seperti kelapa tua yang keras
tempurungnya , tak ada pula gantinya bila
otak itu rusak sedangkan ia adalah pusat kerja dari semua organ tubuh ,
berapa kali anda merasa galau dan seketika itu anda merasakan penurunan pada
kualitas tubuh anda itulah salah satu tanda akan pengaruhnya otak bagi seluruh
organ tubuh manusia.
Comments
Post a Comment