MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL

MENEGUHKAN KETUHANAN DAN RISALAH RASUL DALAM   AYAT 17-20 AL-BAQARAH إثبات الألوهية ورسالة النّبي صلّى الله عليه وسلم سورة البقرة (1) : الآيات 17 الى 20 ] مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ ناراً فَلَمَّا أَضاءَتْ ما حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُماتٍ لا يُبْصِرُونَ (17) صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لا يَرْجِعُونَ (18) أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّماءِ فِيهِ ظُلُماتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصابِعَهُمْ فِي آذانِهِمْ مِنَ الصَّواعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكافِرِينَ (19) يَكادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصارَهُمْ كُلَّما أَضاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قامُوا وَلَوْ شاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20 ) Terjemah ayatnya: Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat(17). Merek...

Buya hamka,berbicara otak manusia

Otak Manusia



Menurut buya hamka, tiap manusia itu tidak sama sejak ia dilahirkan masing masing mereka memiliki jalan kehidupannya sendiri-sendiri. Walaupun awalnya berasal dari rahim yang sama namun masa depan tetaplah kan berbeda, bisalah jadi anak pertama kan jadi penulis, anak kedua kan jadi pedagang dan anak ketiga kan jadi petani, siapa yang bisa menebaknya? Itulah  salah satu dari rahasia-rahasia yang tak tersingkap oleh mata telanjang. Kutipan perkataan beliau sebagai mana berikut:
Tidaklah akan didapati dua manusia yang sama jalan kehidupannya dan tidak pula sama kekuatan badan dan akalnya”
(Falsafah Hidup ,hlm 1)
                Bila memang demikian, maka sudahlah wajar bila kita dapati seorang yang kembar namun akalnya terlihat berbeda , yang awal pandai berbicara sedangkan yang kedua pandai matematika misalnya. Terkadang pula kita dapati keanehan yang lebih parah lagi, dimana anak pertama Nampak kurang berakal dari pada anak kedua , padahal itu hanyalah nampak dugaan kita semata asalnya anak pertama punya akal namun kecondongannya dalam hal yang lainnya.
Dalam membahas awal mula kehidupan seorang insan, buya tak lupa memaparkan bagaimana kerja otak yang mana merupakan alat akal dalam  berarti beliau tak hanya pandai berfilsafat dalam hidup namun juga pandai mengolah kata dalam ilmu biologi. Penjelasa beliau tersebut sangatlah sederhana mudah untuk dicerna bagi kalangan umum. Seperti ini kutipannya
Di dalam otak itu terdapat tidak kurang 180.000 juta sel halus yang tidak dapat dilihat satu persatu kalau tidak dngan mikroskop. Tiap-tiapnya terbagi kepada beberapa tumpukan berhubungan dengan tumpukan yang lain, dia mempunyai pusat pertemuan yang tak ubah dengan alat pendengar meneriam suara yang ada di dalam telepon. Ada satu bagian yang menerima  hubungan dari telingan , mata dan hidung, kaki , tangan dan lain-lain. Sedangn yang jadi pusatnya ialah benak (otak) itu’
(Falsafah Hidup,hlm1)
Mencoba buya menjelaskan semudah mungkin sampai sampai ia menggunakan perumpamaan alat pendengar pada telepon  sebagai penjelas bahwa tidaklah sesederhana itu otak manusia. Para kedokteran berpendapat bahwa susunan otak manusia itu sangatlah rapi dan kokoh, cara kerjanya pun sulit untuk dilakukan penelitian lebih dalam, pungkas buya.
Organ otak ini teramat penting bagi kita, bila otak bermasalah maka bisa berakibat fatal ke jaringan-jaringan yang lain ke organ-organ yang lain karena pusat control akal adalah berada pada otak manusia. Salah satu kisah yang diceritakan oleh buya perihal pentingnya otak itu untuk dijaga , seperti ini kutipannya,
Di dalam keluarga kami ada terdapat seorang anak muda yang berasal dari turunan orang yang enver otak dan mempunyai budi pekerti baik, tetapi apabila mempelajari ilmu-ilmu yang berkehendak kepada berpikir tidak didapatnya angka yang bagus, ilmu hitung memusingkan kepalanya , ilmu yang mesti dihafal menyebabkan dia sakit. Ternyataa ketika berumur 4 tahun, dia ernah terjatuh dan tempurung kepalannya terbentur dan sampai dewasa bekas benturan itu masih kelihatan. Dia mengerti segala perkara bila ditunjukkan, tetapi sukar memikirkan.”
(Falsafah Hidup,hlm2)
                Otak bukanlah barang yang murah ramai dijual dipasar seperti kelapa tua yang keras tempurungnya , tak ada pula gantinya bila  otak itu rusak sedangkan ia adalah pusat kerja dari semua organ tubuh , berapa kali anda merasa galau dan seketika itu anda merasakan penurunan pada kualitas tubuh anda itulah salah satu tanda akan pengaruhnya otak bagi seluruh organ tubuh manusia.



Comments

Popular posts from this blog